Senin, 03 Desember 2012

Keyakinanku Atas KehadiranNya


Agama menurut pengertian yang aku paham berdasarkan penjelasan Saras Dewi dalam kuliah umum kemarin. Agama merupakan sesuatu yang dekat dengan aturan tentang kebaikan, tempat tujuan yang mulia, ajaran tata cara hidup dalam kondisi duniawi serta cara untuk memahami hidup. Aku sendiri meyakini akan agamaku adalah sebuah jalan dimana aku dapat memaknai sebuah kehidupan serta harapan akan kemuliaan. Menurutku setiap orang beragama sebenarnya orang yang mulia, tanpa harus memandang suatu Representative atas tuhan mereka ataupun aturan-aturan agamanya. Saras Dewi dalam ceramahnya menjelaskan tentang hubungan antara filsafat dengan agama merupakan hal yang sangat bertentangan namun saling membutuhkan.
Dalam hal tersebut, Saras Dewi juga menjelaskan tentang kaum rasionalism. Dalam pemahanku kaum tersebut terlalu berlebihan dalam menggunakan akal nalar mereka tentang keberadaan tuhan. Salah satu tokoh rasionalism yang membuat saya jengkel adalah Rene Descarted yang disinggung oleh Saras Dewi, dia berpendapat “aku berfikir maka aku ada”. Pendapat itu juga pernah kutemukan dalam buku “ Mind Power” karya John Kehoe, (2009). Menurut perspektifku sebagai seorang muslim, aku kurang setuju dengan hal tersebut. Hal itu dikarenakan dalam ajaran agamaku, Allah merupakan penguasa alam semesta dan tidak akan dapat diketahui bentuk dan wujudnya. Hanya orang-orang pilhanlah yang dapat bertemu denganNya.
Beralih dari hal tersebut, disini aku akan menjelaskan awal mula aku menjadi seorang muslim. Sejak merasakan kefanaan dunia ini, aku terlahir sebagai seorang muslim. Hal itu diindikasikan karena keberadaan orang tua dan keluarga besarku yang mayoritas muslim. Tumbuh dalam keluarga muslim merupakan sebuah pendukung bagiku untuk menjadi seorang muslim. Syarat untuk masuk dalam ajaran agamaku, seseorang itu diharuskan membaca kalimat syahadah dua kali. Saya sedikit bingung dengan awal mula saya menjadi muslim, karena suatu syarat itu merupakan hal mutlak yang harus dipenuhi. Bisa aku simpulkan jika, aku menjadi seorang muslim saat aku sudah dapat membaca bacaan syahadah. Jadi ketika aku masih bayi bisa diartikan jika agamaku adalah agama ibu, karena aku dikandung selama 9 bulan 10 hari oleh seorang muslim.
Namun hal tersebut tidak terlalu mengusik keayakinanku akan keberadaanNya. Aku sangat yakin tuhanku selalu menemaniku setiap detik dalam hidupku. Dalam hal ini aku tidak dapat membuktikan secara konkret dan rasional, karena itu merupakan keyakinanku yang tidak dapat tersirat dalam pembuktian. Keyakinanku tumbuh karena faktor lingkungan keluarga dan kebudayaan. Keluargaku mendidikku agar menjadi seorang yang yakin akan tuhan, mereka menjelaskan dengan adanya udara, angin berhembus, burung-burung yang terbang bebas di udara. Secara ilmu Biologi hal-hal tersebut dapat dinyatakan secara rasioal dan logik. Namun saya menyakini jika hal itu semua datang dari tuhan.
Pada saat aku mendapat pemahaman akan keyakinanku adanya tuhan usiaku masih sangat belia dan hanya memiliki pemahaman yang terbatas dalam membuktikan adanya tuhan. Mungkin dengan hal-hal yang sederhana sudah dapat membuatku yakin keberadaan tuhan, itu disebabkan oleh faktor usiaku saat itu. Beranjak dewasa aku semakin yakin dengan adanya tuhan dengan mengagumi akan ciptaan tuhan seperti fenomena alam, kecantikan wanita, dan tempat-tempat yang sangat indah di berbagai belahan dunia. Jika hal-hal tersebut kupikir secara logika mungkin sangat sulit bagiku untuk mencernanya.
Aku hidup di dunia ini karena kehendak tuhan dan segala rahasianya. Aku tetap yakin hadirnya tuhan meski aku belum dapat bertemu denganNya. Tekhnologi saat ini sudah tergolong sangat memadai untuk membuktikan segala kejadiaan dan dikonklusikan secara teoritis serta rasional. Namun hal itu belum dapat mencari ujung dari pancaran radiasi dari batu yang berada di ka’bah. Meskipun orang-orang barat sudah dapat mengirim robot di palnet Mars. Hal itu ketemukan dalam beberapa artikel ilmiah yang pernah aku baca.
Jadi dari keseluruhan dalam pemahamanku akan keyakinan adannya tuhan, aku yakin tuhan ada. Hal tesebut terbukti dengan segala kebesaranNya, seperti bencana alam yang sangat besar, kejadian alam yang transendental, berbagai tempat yang spektakuler di dunia. Dalam pembuktian tuhan dikehidupanku, aku yakin dengan hal-hal yang kutemukan dalam kesehariaanku serta dengan segala keyakinanku atas keberadaanNya.