Kamis, 19 April 2012


The Rough Boy
I am part of a misunderstanding
living in the midst of injustice
by thousands of insults from people
they can only catch a glimpse

they do not know about me
just can give wrong presumption
they can not see the real of me
view from the other side of me

maybe they think I'm different
but the difference was not always
I was bad and wrong in their minds
it is possible I could be better

Rabu, 18 April 2012


Akhir Cerita Cinta Si Kambing
Suatu hari ditengah-tengah keheningan hutan Menengan, terdengar suara teriakan seekor binatang. Disudut lain dari hutan Menengan  ada seekor kambing yang sedang berjalan mencari makanan. Kambing tersebut mencari sumber suara tersebut, teryata setelah mencarinya. Si kambing menemukan sumber bunyi tersebut, teriakan itu berasal dari seekor kancil betina yang terjerat jebakan orang-orangan sawah pak tani di ladang kacang.
“ada yang bisa saya bantu  ?” Si kambing menwarkan bantuan.
“i. .i..ya, , kakiku sakit sekali, aku tidak bisa menggerakkannya “
“kamu diam saja, saya sudah biasa melihat benda seperti ini. Mari saya bantu berdiri ”
Ketika hendak menggendong si kancil, tiba-tiba di belakangku terdengar suara anjing.
“heh, kalian berdua berani-beraninya kalian menginjak-injak ladang bos saya”
Kambing dengan gagah berani menjawab, “ saya tidak sengaja menginjak tanaman ini, saya hanya bermaksud menolong kancil”. Anjing dengan sifatnya yang sombong langsung saja memotong alasan si kambing,” ahh, saya tidak ingin tahu alsanmu, yang penting kamu harus aku tangkap dan kuserahkan ke hadapan bos saya. Setelah mendengar hal itu, si kambing langsung saja menghindar namun tenaga si anjing dengan cepatnya menagkap si kambing. Kancil yang tidak berdaya hanya bisa memelas kepada si anjing untuk melepaskan si kambing. Namun usahanya sia-sia, si kambing pasrah, “ kancil, meski saya tak akan tahu nasibku setelah ini, janjilah padaku kau akan selalu menungguku kembali untukmu”. Kancil dengan berat hati merelakan kepergian si kambing, “ baiklah kambing, aku akan setia menantimu kembali”.
Mungkin itulah yang dinamakan cinta pandangan pertama, setelah kambing meninggalkan kancil. Dia hanya mengikuti perintah anjing, karena jika tidak dia akan digigit. Sesampainya dirumah pak tani si anjing dengan kasarnya mendorong si kambing masuk ke kandang, “ ayo cepat masuk ke rumahmu yang baru”. Sekilas kata itu mengandung banyak misteri di pikiranku, setelah meninggalkan saya di kandang yang bau. Anjing langsung menemui pak tani, saya mencoba mengintip apa yang dilakukan anjing itu. Anjing menghampiri pak tani, dia menggonggong ingin menunjukkan sesuatu. Akhirnya pak tani mengikuti ajakan si anjing untuk melihat saya. Pak tani sambil tersenyum, “ternyata selama ini pelakunya adalah kambing ini, wah kebetulan sekali saya sudah lama tidak makan kambing guling”. Setelah mendengar hal itu saya serasa tidak mempunyai darah. Mendengar suara berisik di kandang, ibu tani juga datang untuk melihat apa yag sedang terjadi, ibu tani sedikit kasihan melihatku,
” mau diapakan pak kambing ini? Bertaya kepada pak tani, pak tani menjawab dengan santainya,
” siapin bumbu kambing guling buk,malam ini kita akan makan-makan”.
“pak, saya tidak tega memakan kambing ini pak. Jadi teringat kambing kita yang dulu dimakan harimau”
Pak tani bersikeras untuk menyembelih si kambing, namun si kambing belum menyerah begitu saja karena dia harus kembali hidup-hidup untuk kembali menemui kancil. Si kambing mencari seribu cara untuk dapat melepaskan diri dari tempat pak tani. Si kambing mencoba untuk kabur dari rumah pak tani, “ ya Allah, apa yang harus saya lakukan ? Si kambing bingung dengan keadaannya. Sementara jauh dari rumah pak tani, si kancil yang sedang merindukan si kambing hanya bisa menangis dan berharap supaya si kambing cepat pulang. Dua hari telah berlalu sejak si kambing tinggal di kandang kecil di belakang rumah pak tani. Ternyata pak tani tidak segera menyembelih si kambing, dia memelihara si kambing terlebih dahulu bertujuan supaya si kambing tambah gemuk. Dengan demikian pak tani akan lebih menikmati daging si kambing.   Namun beda dengan si kambing, dia hampir saja pasrah dengan keadaan yang sedang dihadapinya. Suatu ketika si kambing berpura-pura pinsan, sehingga pak tani bingung,
 “ ibu, , , kambing ini kenapa kok tiba-tiba jatuh”.
 Ibu tani,” saya tidak tahu pak, coba kita keluarkan !
“ baiklah, , “
Akhirnya pak tani mengeluarkan si kambing dari kandang. Si kambing sudah siap-siap ketika pak tani membuka pintu (kreeek. . . . !!)
“ ini saatnya saya kabur” Dengan gesitnya si kambing melompat ke arah pak tani. Sehingga pak tani terjatuh. Ketika ibu tani melihat hal itu, dia diam saja. Karena sejak awal dia kasihan dengan si kambing. Si kambing berteriak ,” alhamdullillah ya Allah” Pak tani segera bangun dari tanah dan memanggil si anjing, “ dasar anjing bodoh,cepat kejar itu kambing” Si anjing langsung bangun dari tidurnya dan mengejar si kambing,” woe. .  kambing congek, jangan kabur kau. .” teriak si anjing. Si kambing terus berlari sekuat tenaga, dia berlari ke arah hutan duri. Si kambing memanfaatkan tubuhnya yang kecil unutk menyusup diantara duri-duri,”  untungnya tubuh saya tidak gendut, jadi mudah untuk menyusup seperti ini, hehe” Si anjing berlari sambil teriak ketika tubuhnya terkena duri, “aw. . aw. . dasar kambing sialan, awas saja kalau tertangkap habislah kau” Si kambing lupa jika ada sebuah jurang di depannya. Sampai akhirnya dia hampir saja terjatuh, untung ngeremnya pas,” wow. . untung saja tidak jatuh” Namun naasnya, si anjing sudah di belakangnya, siap dengan posisi menerkam. Si kambing bingung denga posisinya saat itu. Akhirnya dia memutuskan untuk mendaki pohon duri, dia melompati si anjing dan segera naik ke atas pohon.     
 Diatas pohon si kambing segera mencari dahan dan segera dia tarik sekuat tenaga. Ketika si anjing mencoba naik ke atas pohon, si kambing melepaskan dahan tersebut sehingga mengenai kepala si anjing. Si kambing sudah memperkirakan hal itu sebelumnya. Tidak hanya itu, si kambing melompat dan menendang kepala si anjing. Sehingga si anjing tidak berdaya dan pinsan. Kesempatan itulah si kambing akhirnya lolos dari si anjing. Si kambing segera berlari ke arah hutan menengan, sepanjang perjalanan dia terbayang wajah si kancil yang imut. Dia sudah tidak sabar untuk meminang si kancil. Namun lamunannya tersentak oleh pandangannya, dia melihat asap yang sangat tebal. Dia tidak sadar jika di hutan menengan terjadi kebakaran yang sangat besar. Kebanyakan penghuni hutan tersebut mati karena peristiwa itu. Setelah berhenti sejenak, dia tersadar bahwa asap tebal tersebut berasal dari hutan menengan. Dia segera berlari terburu-buru,” apa yang sebenarnya terjadi ya Allah, semoga tidak terjadi apa-apa, amin” Akhirnya semua kekhawatiran terjawab sudah, ternyata memang terjadi kebakaran besar di hutan menengan. Si kambing segera mencari si kancil kesana kemari dan akhirnya dia menemukan seekor binatang yang mati tertimpa pohon. Sosok itu tidak asing lagi buat si kambing, karena itu adalah bangkai si kancil. Si kambing terdiam sesaat ketika melihat si kancil sudah terbujur kaku tak besuara, tak bernyawa pula. Si kambing memutuskan untuk merasakan apa yang telah si kancil rasakan. Dia hanya diam meskipun di sekelilingnya api sudah mengamuk tidak karuan. Si kambing pasrah ketika sebuah pohon besar yang penuh bara jatuh menimpa dirinya. Sebelum mati dia berseru,” Oh, , kancil, ijinkanlah saya merasakan apa yang engkau rasakan, I Love You kancil.
Tamat.