Akhir Cerita Cinta Si
Kambing
Suatu
hari ditengah-tengah keheningan hutan Menengan, terdengar suara teriakan seekor
binatang. Disudut lain dari hutan Menengan ada seekor kambing yang sedang berjalan
mencari makanan. Kambing tersebut mencari sumber suara tersebut, teryata
setelah mencarinya. Si kambing menemukan sumber bunyi tersebut, teriakan itu
berasal dari seekor kancil betina yang terjerat jebakan orang-orangan sawah pak
tani di ladang kacang.
“ada
yang bisa saya bantu ?” Si kambing
menwarkan bantuan.
“i.
.i..ya, , kakiku sakit sekali, aku tidak bisa menggerakkannya “
“kamu
diam saja, saya sudah biasa melihat benda seperti ini. Mari saya bantu berdiri ”
Ketika
hendak menggendong si kancil, tiba-tiba di belakangku terdengar suara anjing.
“heh,
kalian berdua berani-beraninya kalian menginjak-injak ladang bos saya”
Kambing
dengan gagah berani menjawab, “ saya tidak sengaja menginjak tanaman ini, saya
hanya bermaksud menolong kancil”. Anjing dengan sifatnya yang sombong langsung
saja memotong alasan si kambing,” ahh, saya tidak ingin tahu alsanmu, yang
penting kamu harus aku tangkap dan kuserahkan ke hadapan bos saya. Setelah
mendengar hal itu, si kambing langsung saja menghindar namun tenaga si anjing
dengan cepatnya menagkap si kambing. Kancil yang tidak berdaya hanya bisa
memelas kepada si anjing untuk melepaskan si kambing. Namun usahanya sia-sia,
si kambing pasrah, “ kancil, meski saya tak akan tahu nasibku setelah ini,
janjilah padaku kau akan selalu menungguku kembali untukmu”. Kancil dengan
berat hati merelakan kepergian si kambing, “ baiklah kambing, aku akan setia
menantimu kembali”.
Mungkin
itulah yang dinamakan cinta pandangan pertama, setelah kambing meninggalkan
kancil. Dia hanya mengikuti perintah anjing, karena jika tidak dia akan
digigit. Sesampainya dirumah pak tani si anjing dengan kasarnya mendorong si
kambing masuk ke kandang, “ ayo cepat masuk ke rumahmu yang baru”. Sekilas kata
itu mengandung banyak misteri di pikiranku, setelah meninggalkan saya di
kandang yang bau. Anjing langsung menemui pak tani, saya mencoba mengintip apa
yang dilakukan anjing itu. Anjing menghampiri pak tani, dia menggonggong ingin
menunjukkan sesuatu. Akhirnya pak tani mengikuti ajakan si anjing untuk melihat
saya. Pak tani sambil tersenyum, “ternyata selama ini pelakunya adalah kambing
ini, wah kebetulan sekali saya sudah lama tidak makan kambing guling”. Setelah
mendengar hal itu saya serasa tidak mempunyai darah. Mendengar suara berisik di
kandang, ibu tani juga datang untuk melihat apa yag sedang terjadi, ibu tani
sedikit kasihan melihatku,
”
mau diapakan pak kambing ini? Bertaya kepada pak tani, pak tani menjawab dengan
santainya,
”
siapin bumbu kambing guling buk,malam ini kita akan makan-makan”.
“pak,
saya tidak tega memakan kambing ini pak. Jadi teringat kambing kita yang dulu
dimakan harimau”
Pak
tani bersikeras untuk menyembelih si kambing, namun si kambing belum menyerah
begitu saja karena dia harus kembali hidup-hidup untuk kembali menemui kancil.
Si kambing mencari seribu cara untuk dapat melepaskan diri dari tempat pak tani.
Si kambing mencoba untuk kabur dari rumah pak tani, “ ya Allah, apa yang harus
saya lakukan ? Si kambing bingung dengan keadaannya. Sementara jauh dari rumah
pak tani, si kancil yang sedang merindukan si kambing hanya bisa menangis dan
berharap supaya si kambing cepat pulang. Dua hari telah berlalu sejak si
kambing tinggal di kandang kecil di belakang rumah pak tani. Ternyata pak tani
tidak segera menyembelih si kambing, dia memelihara si kambing terlebih dahulu
bertujuan supaya si kambing tambah gemuk. Dengan demikian pak tani akan lebih
menikmati daging si kambing. Namun beda
dengan si kambing, dia hampir saja pasrah dengan keadaan yang sedang
dihadapinya. Suatu ketika si kambing berpura-pura pinsan, sehingga pak tani
bingung,
“ ibu, , , kambing ini kenapa kok tiba-tiba
jatuh”.
Ibu tani,” saya tidak tahu pak, coba kita
keluarkan !
“
baiklah, , “
Akhirnya
pak tani mengeluarkan si kambing dari kandang. Si kambing sudah siap-siap
ketika pak tani membuka pintu (kreeek. . . . !!)
“
ini saatnya saya kabur” Dengan gesitnya si kambing melompat ke arah pak tani.
Sehingga pak tani terjatuh. Ketika ibu tani melihat hal itu, dia diam saja.
Karena sejak awal dia kasihan dengan si kambing. Si kambing berteriak ,”
alhamdullillah ya Allah” Pak tani segera bangun dari tanah dan memanggil si
anjing, “ dasar anjing bodoh,cepat kejar itu kambing” Si anjing langsung bangun
dari tidurnya dan mengejar si kambing,” woe. .
kambing congek, jangan kabur kau. .” teriak si anjing. Si kambing terus
berlari sekuat tenaga, dia berlari ke arah hutan duri. Si kambing memanfaatkan
tubuhnya yang kecil unutk menyusup diantara duri-duri,” untungnya tubuh saya tidak gendut, jadi mudah
untuk menyusup seperti ini, hehe” Si anjing berlari sambil teriak ketika
tubuhnya terkena duri, “aw. . aw. . dasar kambing sialan, awas saja kalau
tertangkap habislah kau” Si kambing lupa jika ada sebuah jurang di depannya.
Sampai akhirnya dia hampir saja terjatuh, untung ngeremnya pas,” wow. . untung
saja tidak jatuh” Namun naasnya, si anjing sudah di belakangnya, siap dengan
posisi menerkam. Si kambing bingung denga posisinya saat itu. Akhirnya dia
memutuskan untuk mendaki pohon duri, dia melompati si anjing dan segera naik ke
atas pohon.
Diatas pohon si kambing segera mencari dahan
dan segera dia tarik sekuat tenaga. Ketika si anjing mencoba naik ke atas
pohon, si kambing melepaskan dahan tersebut sehingga mengenai kepala si anjing.
Si kambing sudah memperkirakan hal itu sebelumnya. Tidak hanya itu, si kambing
melompat dan menendang kepala si anjing. Sehingga si anjing tidak berdaya dan
pinsan. Kesempatan itulah si kambing akhirnya lolos dari si anjing. Si kambing
segera berlari ke arah hutan menengan, sepanjang perjalanan dia terbayang wajah
si kancil yang imut. Dia sudah tidak sabar untuk meminang si kancil. Namun
lamunannya tersentak oleh pandangannya, dia melihat asap yang sangat tebal. Dia
tidak sadar jika di hutan menengan terjadi kebakaran yang sangat besar.
Kebanyakan penghuni hutan tersebut mati karena peristiwa itu. Setelah berhenti
sejenak, dia tersadar bahwa asap tebal tersebut berasal dari hutan menengan.
Dia segera berlari terburu-buru,” apa yang sebenarnya terjadi ya Allah, semoga
tidak terjadi apa-apa, amin” Akhirnya semua kekhawatiran terjawab sudah,
ternyata memang terjadi kebakaran besar di hutan menengan. Si kambing segera
mencari si kancil kesana kemari dan akhirnya dia menemukan seekor binatang yang
mati tertimpa pohon. Sosok itu tidak asing lagi buat si kambing, karena itu
adalah bangkai si kancil. Si kambing terdiam sesaat ketika melihat si kancil
sudah terbujur kaku tak besuara, tak bernyawa pula. Si kambing memutuskan untuk
merasakan apa yang telah si kancil rasakan. Dia hanya diam meskipun di
sekelilingnya api sudah mengamuk tidak karuan. Si kambing pasrah ketika sebuah
pohon besar yang penuh bara jatuh menimpa dirinya. Sebelum mati dia berseru,”
Oh, , kancil, ijinkanlah saya merasakan apa yang engkau rasakan, I Love You
kancil.
Tamat.